fabel KECERDIKAN SEEKOR INDUK AYAM

Ada seekor induk ayam dan tujuh anaknya yang masih kecil – kecil. Mereka pulang dari jalan – jalan kemalaman, sementara rumah mereka masih jauh.

Anak ayam : “Bulannya bagus, ya Bu.”
Induk ayam : “Ya, ya…tapi.”
Anak ayam : “Kenapa Bu ?”
Ya, kenapa ? (Tanya anak ayam lainnya)

Kemudian induk ayam menyuruh anak-anaknya diam.

Induk ayam : “Karena rumah kita masih jauh, sedangkan hari sudah gelap, maka kalian cobalah diam !”
Anak ayam : “Aku tidak takut !”
Induk ayam : “Anak – anak…..! kita harus berhati – hati … kalau tidak kita bisa tersesat, atau…..”
Anak ayam : “Atau apa, Bu ?” (anak ayam serentak bertanya heran)
Induk ayam : “Bahaya !”
Anak ayam : “Apa….apa….apa bu ?”
Induk ayam : “Kalau….kalau ada yang berniat jahat mengintai di kegelapan …..”

Belum selesai induk ayam menjelaskan kepada anaknya, tiba – tiba sebuah suara parau menyapa : “Selamat malam ibu ayam….. selamat malam anak – anak ayam yang lucu-lucu.” Ternyata seekor musang liar muncul secara tiba-tiba, dengan menampakkan sikap seakan-akan penuh dengan keakraban.

Induk ayam : “Berhati-hatilah anak-anak, bagaimana pun seekor musang tetap saja musang yang sangat membahayakan keselamatan kita (induk ayam berbisik kepada anak-anaknya agar lebih waspada)
Musang : “Sedang apa kalian disini ?”

Suara musang itu memang terdengar sangat ramah dan sangat bersahabat, tetapi itu semua dilakukan merupakan siasat agar ayam-ayam itu tidak berlari menjauhinya.
Induk ayam yang berpengalaman mengetahui bahwa musang hanya berpura-pura (bukankah musang musang memakan ayam), maka induk ayam dan anak-anaknya pun berkata : “Selamat malam pak musang.” Induk ayam pun bersiasat.

Induk ayam : “Kami baru pulang jalan-jalan, karena keasyikan bermain, kami kemalaman dijalan.”
Musang : “Rumahnya masih jauh ?” (Tanya musang).
Induk ayam : “Begitulah !”
Musang : “aku bisa menawarkan jasa baik, bagaimana kalau kalian menginap dirumahku ?”
Induk ayam : “O…o…oh…. Terima kasih banyak. “Bagaimana anak –anak ?” (induk ayam bertanya pada anak-anaknya)
Anak ayam : “Mau ! mau !”(kata anak ayam menjawab serempak).
Induk ayam : (Induk ayam meringis) “Ah, polosnya anak-anak, ya baiklah, tapi kalian tidak boleh nakal, dan harus mendengarkan ibu baik – baik.”
Anak ayam : “Baik bu !” (anak ayam menjawab dengan riangnya).
Musang : “Inilah rumahku, kalian aman disini, pakailah kamar ini, aku bisa tidur di beranda depan, disana lebih adem.” (musang pun tertawa riang)
Induk ayam : “Ooh, kamarmu sendiri kau berikan ! kami sangat berterima kasih atas segala kebaikan pak musang.”
Musang : “Ha, ha jangan sungkan-sungkan, semoga kalian bisa tidur dengan nyenyak, mari anak – anak selamat tidur.” (pak musang menyapa anak ayam).

Pak musang perlahan meninggalkan induk ayam beserta anak-anaknya dengan senyum penuh harapan. Pasti itulah yang diharapkan si musang. Tetapi induk ayam paham betul akan siasat si musang liar itu. Perlahan, namun terdengar oleh anak-anaknya, induk ayam bergumam.

Induk ayam : “Dia boleh berharap begitu, tapi lihat saja…”
Anak ayam : “Kenapa bu.” (sahut salah satu anak ayam).

Ibu ayam pun memberi tahu kepada anak-anaknya , kalau itulah yang namanya musang. Dia suka jahat terhadap sebangsa ayam. Tiba-tiba saja anak ayam terkejut.

Anak ayam : “Hah ! jahat ya bu.” (anak-anak pun mulai ketakutan dan terheran-heran.” Tapi, kenapa dia bisa berbuat baik kepada kita ?” (anak ayam terus mencecar pertanyaan kepada ibunya).
Induk ayam : “Dia menolong kita hanya untuk menjebak dan akan memangsa kita.” (jawab induk ayam dengan tenang namun gelisah serta penuh rasa was-was).

Anak-anak ayam pun bertambah takut dan mengajak induknya untuk lari meninggalkan gubuk milik pak musang. Si ibu tersenyum meski ia sendiri tegang, ia berusaha menenangkan anak-anaknya.

Induk ayam : “Tenanglah anak –anak, kita tidak boleh panik, kalau gegabah, kita tidak akan selamat. Ingat….. ini tempat yang asing bagi kita, lagi pula hari sudah malam, kita mau lari kemana, sedangkan musang lebih tajam dan awas matanya pada malam hari.”

Induk ayam mengamati suasana sekeliling kamar sambil terus berpikir mencari cara bagaimana mereka bisa meloloskan diri dari jebakan si musang itu. Tak lama kemudian wajahnya berubah cerah seraya berkata.

Induk ayam : “Ibu dapat akal.”

Lalu anak-anaknya serempak bertanya.

Anak ayam : “Bagaimana bu ?”
Induk ayam : “Begini…..coba kalian lihat palang kayu di atas loteng itu !”
Anak ayam : “Kita naik ke atas sana bu ?” (Tanya anak-anak ayam).
Induk ayam : “Ayo kita mulai dari kamu ucrit lalu cicit dan yang lain segera mengikuti, Ibu naik belakangan, karena harus mematikan lampu, Nah sekarang ayo kalian tidur anak – anak, Kalau ada yang belum bisa tidur, ingat jangan ada yang bersuara sedikit pun.”

Musang : “Wah, gelap…. Rupanya mereka senang tidur dalam gelap.

Si musang pun masuk, karena gelap ia terantuk meja.

Musang : “Aduh ! aku tidak boleh berisik. He biar gelap tetap asyik !”
( air liurnya mulai menetes, musang pun melompat )
Musang : “Sekali tubruk… ramai deh ! aduh kok nggak ada ? di pojok sana barang kali. Lho nggak ada juga.

Si musang bingung, lalu ia mengaduk – aduk seisi kamar itu. Saking bernafsunya ia kelelahan…….. dan pingsan.

Musang : “Iiih dimana siiih ???!”

Pagi pun datang, induk ayam dan anak – anaknya turun dari loteng. Si musang melihat mereka tapi tubuhnyamasih lemas.

Induk ayam : “Pak musang, kamimau pulang. Terima kasih banyak telah memberi inapan.”

Karena malu, musang yang tak berdaya perlahan – lahan lari ke hutan.
Induk ayam : “Nah anak – anak kita harus selalu waspada dan
berhati – hati, terutama terhadap orang yang tidak kita kenal,”

Induk ayam mengiring anak – anaknya dengan bangga pulang ke rumah mereka.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: