FABEL KERA DAN KANCIL

Pada suatu hari seekor kancil sedang makan rumput di tepi hutan dengan perlahan-lahan ia mengunyah rumput yang hampir kering.datanglah seekor kera tegur kera itu “suka juga kau makan rumput kering,cil?”yah,apa boleh buat musim kemarau mau apa lagi?jawab kancil
“ha…ha…biasanya kau ini suka rewel soal makan kalau bukan mentimun muda,kau tak suka makan”
“ah,kawan,”balas kancil dengan rendah hati
“kalau tidak ingin mati kelaparan,haruslah kita terima apa adaanya.lagi pula kemana harus ku cari mentimun muda.sekarang musim kemarau bukan?
“aku tahu tempatnya.maukah kau ikut? Ajak kera
“aneh,kenapa kau jadi begitu baik hati kepadaku?”Tanya kancil dengan wajah heran
“aku ingin balas dendam kepada petani,cil”
“kenapa”
“karena aku pernah kena parangnya ketika aku sedang mencuri mentimun muda itu”
terdorong oleh rasa lapar, kancil menerima ajakan kera.setibanya di ladang,kancil melihat betapa rimbunya tanaman mentimunitu.tak seorang pun tampak disana.pak tani merasa aman karena ladang itu berpagar rapat dan pintu tertutup rapat.ada yang belum diketahui pak tani bahwa pintu itu mudah dibuka oleh kera.kera segera membuka pintu lalu katanya”nah,kita bergantian masuk.masuklah kau lebih dahulu!aku akan menjaga di luar.akan ku beritau kalau pak tani datang
begitu kancil memasuki ladang,kakinya pun terjerat.ia kena perangkap taliyang mengangkatnya tinggi keatas.dalam hati ia menyesali dirinya yang bodoh karena ia percaya akan omongan kera
“tolong…tolong…! Jerit kancil,tetapi kera bahkan menertawakan.kebetulan datang sekawanan burung pipit.burung-burung itu pernah di tolong kancil dari marabahaya
“jangan bergerak,sahabat!”kata burung pipit”
“kau harus pura-pura mati.kamiakan memberakiseluruh tubuh mu.tahan nafasmu kalau pak tani datang!kembungkan perutmu!pasti dia menyangkabahwa kau talah mati
“kancil melakukan semua yang dikatakan burung pipit.
“tentu kancil ini telah beberapa hari tergantung di jerat ini”piker pak tani
dengan sekali ayunan parangnya,putuslah tali perangkap itu.begitu kancil terjatuh,berlarilah ia pak tani sangat geram.dilemparkannya parang itu kuat-kuat kearah kancil.tapi tak mengenai kancil,kancil berlari masuk kehutan
paak tani heran ia mendengar lengkingan binatang lain.benar, kera yang bersembunyi disemak-semak terkena lemparan parang pak tani.itulah hadiah buat yang buruk hati kancil itu selamat berkat pertolongan burung pipit
begitulah,barang siapa menanam kebaikan akan memperoleh kebaikan pula. Sebaliknya barang siapa menanam perbuatan jelek akan celaka dirinya.kera,sipenipu itu celaka karena ulahnya sendiri.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: