FABEL PERSAHABATAN AYAM DAN ELANG

Pada zaman dahulu ada dua sahabat, yaitu seekor burung elang dan seekor ayam jantan keduanya berkawan baik, hidup rukun, tolong menolong. Setiap harinya keduanya mencari makanan bersama – sama.
Pada suatu hari ketika kedua sahabat itu sedang mencari makan, tiba – tiba seekor serigala datang menyerang keduanya. Burung elang pun melompat terbang dan ayam jantan segera berlari menyelamatkan diri, tetapi, serigala dengan cepatnya terus mengejar ayam jantan yang berlari ketakutan.
Seketika itu juga burung elang membantu sahabatnya. Dengan kekuatan tenaganya ia menerkam dan melukai badan serigala. Ayam jantan dapat melepaskan diri dan bersembunyi di celah – celah batu. Serigala meraung kesakitan, berhenti mengejar ayam jantan, kemudian terus terbalik melarikan diri.

Elang : “Keluarlah sahabatku, penjahat itu sudah pergi.”
Ayam jantan : “Terima kasih elang, engkau telah menyelamatkanku .”
Elang : “Kenapa sahabatku, tampaknya engkau sedih sekali, engkau sakit ?”
Ayam jantan : “Tidak, aku tidak sehat. Aku mau bertanya padamu sahabat.”
Elang : “Apa kawan, tanyalah.”
Ayam jantan : “Kenapa engkau dapat terbang tinggi, aku elompat pun tidak dapat. Bukankah kita sama – sama burung ?”
Elang : “Dulu aku juga tidak dapat terbang. Setelah aku menjahit kedua sayapku dengan jarum emas ini, aku menjadi ringan dan dapat terbang.”
Ayam jantan : “Kalau begitu bolehkah aku meminjam jarum emas itu ?”
Elang : “Boleh, kau harus ingat yang kau jahit kedua sayapmu supaya jadi ringan. Kau harus berjanji tidak akan meminjamkan jarum itu kepada siapapun, dan jangan sampai hilang.”
Ayam jantan : “Sahabatku, engkau tak usah bimbang. Aku akan berhati – hati dan akan segera mangembalikannya kepadamu.”

Burung elangpun menyerahkan jarum emas itu kepada ayam jantan. Ayam jantan menerimanya dengan gembira. Ayam jantanpun menjahit keduanya sayapnya. Tetapi ia tidak sabar, belum selesai menjahit, ayam itu terus mengepakkan sayapnya dan melompat ke atas pagar.
“koo, koo, aak, koo, aak, aku dapat terbang.” Ayam jantan itu rupanya diperhatikan oleh ayam betina yang kebetulan lewat disitu.

Ayam betina : “Bagaimanakah engkau bisa terbang ?”
Ayam jantan : “Aku menjahit sayapku dengan jarum emas ini.”
Ayam betina : “Boleh aku pinjam ?”
Ayam jantan : “Pakailah dan setelah itu lompatlah disisiku.”

Ayam betina cepat – cepat menjahit sayapnya dan berkotek sombong.

Ayam jantan : “Dimana jarum emas itu ?”
Ayam betina : “Tadi aku letakkan ditanah.”
Ayam jantan : “Aku khawatir jarum itu hilang.” Jarum itu kepunyaan sahabatku, si elang. Kita mesti mencari sampai dapat.” Dan ayam jantan merasa kecewa dan bersedih hati karena merasa bersalah meminjamkan jarum emas itu.
Elang : “Wah pagi – pagi sudah mencakar – cakar tanah.” Bagaiman sekarang, engkau sudah dapat terbang “
Ayam jantan : “Aku hanya dapat melompat setinggi pagar dan aku minta maaf padamu.”
Elang : “Kenapa pula kau mesti minta maaf ?”
Ayam jantan : “Jarum emasmu telah hilang.”
Elang : “Engkau tidak menurut kata saya. Engkau telah ingkar janji.” Aku tidak mau bersahabat denganmu lagi.”
Ayam betina : ( Ia pun bertelur dan menetas enam ekor anak ).
Ayam jantan : “Kau harus menjaga anak – anakmu agar jangan dibiarkan berjalan sendiri – sendiri.”
Ayam betina : “Hai ayam jantan, aku melihat elang terbang rendah.”
Ayam jantan : “Mungkin ia akan menyambar anakmu karena kau telah menghilangkan jarum emas miliknya.”

Elangpun menyambar seekor anak ayam.

Ayam betina : “Jangan ambil anakku.”
Ayam jantan : “Sebaiknya kita mencari jarum emas itu.”
Ayam betina : “Baiklah.”
Ayam jantan : “Aku menemukan jarum emas ini di atas tanah di bawah pagar tempat kita menjahit.”
Ayam betina : “Sebaiknya kita kembalikan kepada elang.”
Elang : “Apakah kalian sudah menemukan jarum emas itu ?”
Ayam jantan : “Sudah, tapi kami berharap kau tidak akan menyambar anak ayam milik betina lagi.”
Elang : “Baiklah.”

Akhirnya ayam jantan dan betina dapat bersahabatan kembali dengan elang.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: