KISAHKU

Nama : Zulfikar

NIM : A1B207015

Program Studi : Bahasa Inggris

Kelas : A1

Mata kuliah : Bahasa Indonesia

Tema : Pengalaman yang paling mengesankan

Judul : Pengalaman Mental dan Fisik di Dalam Kepramukaan

Cerita ini dimulai ketika saya masih bersekolah di sebuah SMA di kota Pontianak namanya SMAN Negeri 1 Sungai Raya, kelas 1 SMA. Pengalaman ini tidak akan pernah saya lupakan sebab pengalaman tersebut mempunyai pengaruh yang sangat besar di dalam hidup saya. Awalnya saya tidak tidak ingin pernah ikut di dalam organisasi kepramukaan, tapi karena diwajibkan oleh kakak pembina mau tidak mau saya harus mengikutinya. Di dalam kepramukaan, kami diajari cara baris berbaris, tali temali, serta tata cara berkemah. Pada waktu MAPERTA (Masa Penerimaan Tamu Ambalan) di malam harinya banyak sekali teman-teman saya yang menangis karena pada saat jurig malam kami diharuskan melalui beberapa pos yang nantinya setiap pos akan memberikan materi yang berbeda-beda. Jurig malam adalah kegiatan yang ada pada perkemahan yakni pada saat naik tingkat atau pun penerimaan anggota baru. Kegiatannya pada waktu itu ialah dengan melalui asrama tentara, sebab sekolah kami memang berada di komplek Asrama Panglima Sudirman.

Setiap orang akan dibagi ke dalam setiap kelompok yang berbeda. Satu kelompok terdiri dari 9 orang anggota dan 1 orang ketua. Waktu menunjukkan jam 1 dini hari, ketika kelompok kami tiba di pos pertama yakni pos ilmu pengetahuan ketua kelompok kami menjawab pertanyaan dengan salah. Akhirnya kemudian diberi sanksi yakni jalan jongkok sepanjang jalan yang kami lalui hingga ke pos berikutnya. Padahal jalan ke pos berikutnya sangatlah jauh kira-kira 300 meter. Bayangkan saja kalau kita berjalan jongkok sejauh 300 meter, tentu lutut ini mau lepas rasanya. Akhirnya dengan kesusahan yang dihadapi disepanjang pos kelompok kami sampai pada pos terakhir yakni pos uji mental, ketua kami yang baru melangkahkan kaki masuk ke rumah kosong itu tiba-tiba saja berteriak dan lari tunggang langgang. Kami sebagai anggotanya tentu saja bingung. ternyata setelah sadar di balik pintu ada yang mencoba menakut-nakuti kami dengan membungkus dirinya dengan kain putih. Setelah melewati semua pos akhirnya kelompok kami sampai di sekolah.

Selain itu, adapun cerita lain pada saat saya mengikuti kegiatan kepramukaan ialah pada saat kami dilantik menjadi Penegak Bantara. Penegak Bantara adalah tingkatan pertama pada golongan Penegak, sedangkan yang kedua ialah Penegak Laksana. Sebelum dilaksanakannya pelantikan Bantara kami diberikan sebuah buku yang disebut dengan SKU. SKU ialah kependekan dari Syarat Kecakapan Umum untuk mendapatkan Tanda Kecakapan Umum yaitu Bantara. SKU tersebut harus selesai diisi sebelum tanggal pelantikan dimulai. Pada saat tanggal pelantikan dimulai, kami melakukan perkemahan di sekitar lingkungan sekolah. Yang paling saya ingat adalah pada saat jurig malam. Sewaktu jurig malam kami dibagi menjadi beberapa kelompok. Satu kelompok terdiri dari 3 orang. Di dalam jurig malam tersebut kementalan dan ketahanan fisik sangatlah diuji akan tetapi selain itu, bidang keilmuan akan pengetahuan umum sangatlah berperan penting. Sebab di dalam acara tersebut juga ada yang namanya Sidang Bantara, Sidang Bantara ialah sidang pertanggungjawaban atas pengisian SKU yang ada pada kita.

Setelah melalui berbagai macam rintangan dan tantangan yang ada maka sebagian dari kami ada yang dinyatakan lulus dan ada yang tidak lulus. Kemudian sebagian kami yang lulus harus memisahkan diri dari kelompok, namun karena di dalam kepramukaan itu juga harus dituntut rasa kebersamaan serta tidak mementingkan diri sendiri. Maka sebagian dari kami tersebut tidak ingin memisahkan diri dari kelompok. Kemudian terjadilah perdebatan antara anggota dewan dan panitia penyelenggara. Di dalam perdebatan itu juga sempat terjadi baku hantam dan pembakaran barang-barang yang ada disana. Namun pada akhir acara ternyata semua itu hanya rekayasa belaka dan hanya untuk sekedar menguji mental kami sebagai calon bantara. Sejak saat itulah saya tidak pernah terkejut apabila di dalam suatu organisasi itu ada perselisihan pendapat atau perdebatan sekaligus pengalaman tersebut membuat mental saya bertambah kuat untuk menghadapi masalah hingga saat ini. Di telinga saya masih terngiang kata-kata kakak penegak yakni, “Pertahankanlah argumenmu walaupun itu salah, sebab mempertahankan argumen yang ada sangatlah sulit”. Demikian lah cerita singkat tentang pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan hingga akhir hayat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: