WAWANCARA DENGAN KETURUNAN RAJA

Wawancara ini kulakukan kepada salah seorang keturunan keraton kadriah. Ini adalah tugas wawancaraku yang pertama kali. Saat itu aku masih duduk di kelas 1 SMA. Namun karena masih amatiran berkali-kali aku datang ke keraton tersebut. Hari pertama karena ternyata kamera yang kupakai untuk mengambil gambar di sana tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Dan hari kedua karena kaset yang kami pakai pada saat merekam pembicaraan saat itu tiba-tiba saja rusak. Namun akhirnya dengan segala keterbatasan yang ada kami dapat menyelesaikan tugas ini.
1. Kapankah Keraton ini berdiri ?
Keraton Kadriah ini berdiri pada tahun 1781 dan pendirinya ialah Sultan Sy. Abdurrahman Al Kadri
2. Sudah berapa tahunkah Keraton ini berdiri ?
Umur keraton ini sekitar 223 tahun
3. Apakah masih ada keturunan Sultan Sy. Abdurrahman Alkadri ?
Ada, namanya Ratu Perbu Wijaya yang masih hidup, beliau adalah putri Sultan Sy. Abdurrahman yang masih hidup berumur sekitar 100 tahun
4. Siapa sajakah turun temurun para Sultan kerajaan Pontianak ?
Turun temurun para Sultan kerajaan Pontianak ialah :
? Sultan Sy. Abdurrahman Alkadri memerintah pada tahun 1771 – 1808, setelah itu digantikan
? Sultan Sy. Kasim Alkadri memerintah pada tahun 1808 – 1819, dan dilanjutkan kembali oleh
? Sultan Sy. Osman Alkadri memerintah pada tahun 1819 – 1855
? Sultan Sy. Hamid I Alkadri memerintah pada tahun 1855 – 1872
? Sultan Sy. Yusuf Alkadri memerintah pada tahun 1872 – 1895, dan digantikan lagi oleh
? Sultan Sy. Muhammad Alkadri memerintah pada tahun 1895 – 1944, kemudian tak ada lagi keturunannya kecuali adiknya sendiri.
Jadi, untuk mengisi kekosongan pemerintahan maka dinobatkanlah Sy. Thaha Alkadri sebagai Sultan ke – 7, dan dilanjutkan kembali oleh Sultan Sy. Hamid II Alkadri. Memerintah pada tahun 1945 hingga 1978 dan Sultan Sy. Hamid II ini juga sebagai pencipta lambang burung garuda yang dipakai sebagai alat pemersatu bangsa di Indonesia, beliau meninggal pada tanggal 30 Maret 1978.
5. Apa saja benda-benda peninggalan yang ada di Keraton ini ?
Di Keraton ini ada banyak sekali peninggalannya seperti kursi singgasana, tempayan, keris pusaka, tombak penobatan, pedang, cermin seribu, baju kesultanan dan Al-qur’an yang ditulis sendiri oleh Sultan Sy. Abdurrahman dan masih banyak lagi peninggalan lainnya.
6. Berapakah umur dari Al-Qur’an yang ditulis tangan oleh Sultan sendiri ?
Umur Al-Qur’an yang ditulis sendiri oleh Sultan sudah berumur 2 abad.
7. Mengapa disebut kaca seribu ? dan apakah kaca seribu ini diberi atau dibeli ?
Disebut kaca seribu karena, pantulannya bisa memantulkan bayangan kita hingga ribuan kali. Kaca seribu ini diberi oleh orang prancis pada tahun 1823.
8. Apakah ada adat istiadat di Keraton ini yang masih dijalankan ?
Ada, seperti acara perkawinan, gunting rambut bayi, tepong tawar, dan lain-lain.
9. Apakah orang yang bukan orang keraton diperkenankan melakukan perkawinan di keraton ?
Tidak boleh.
10. Dimana letak meriam yang menentukan letak istana Keraton ini ?
Berada tepat di depan Keraton ini dan juga disebut sebagai meriam stimbol, disebut meriam stimbol karena meriam inilah yang menentukan letak istana keraton ini.
11. Apa yang dimaksud dengan acara tepong tawar ?
Tepung tawar ialah acara pembersihan keris pusaka oleh para ahli waris kesultanan Pontianak di Keraton Kadriah.
12. Sultan keberapa sajakah yang ada di Pontianak ini ?
Yang ada di Pontianak ini ialah Sultan ke-6 dan ke-7.
13. Mengapa keraton ini selalu dilambangkan lancang kuning ?
Dilambangkan lancang kuning karena lancang kuning adalah alat transportasi laut tradisional kesultanan Pontianak dan sekaligus menjadi lambang keraton ini.
14. Apakah guna lonceng yang ada di depan ?
Lonceng itu berguna bila ada keadaan darurat maka akan dibunyikan.

Cerita singkat
Di tepi sungai Kapuas kecil dan Sungai Landak berdiri megah Keraton Kadriah. Sebuah istana yang berukuran 30 x 50 meter dan mempunyai 3 tingkat, merupakan istana yang terbesar di Kalimantan Barat. Tidak jauh dari Keraton Kadriah ini menyerupai bangunan Meru di Bali, berdiri menghadap kiblat mesjid Jami’ Sultan Pontianak, bersatu dengan sejarah panjang leluhur Kesultanan Pontianak yang berasal dari kota Trim Hadral maut negara Arab.
Sultan Abdurrahman memerintah hingga tahun 1808. setelah itu Sultan Sy. Kasim Alkadri bin Sy. Abdurrahman Alkadri naik tahta dan memerintah hingga 1819.
Tanggal 14 bulan Rajab 1185 H, bertepatan dengan tanggal 23 Oktober 1781 dibangunlah tiang pertama kerajaan Pontianak. Pada tahun 1944 Sultan Sy. Muhammad Alkadri ditawa Jepang beliau wafat dalam tawanan Jepang. Untuk mengisi kekosongan pemerintahan pada waktu itu maka dinobatkan Sy. Thaha Alkadri bin Sy. Oesman Alkadri menjadi Sultan pada tahun 1945.
Dengan masuknya tentara sekutu setelah mengalahkan Jepang, maka dinobatklanlah Sultan Sy. Hamid II Kadri menjadi Sultan Pontianak, dan pada tahun 1950 maka kerajaan Pontianak dihapuskan dan dilebur menjadi Propinsi Kalimantan Barat. Adapun peninggalan-peninggalan dari keraton ini ialah meriam, kursi singgasana, tongkat penobatan, pakaian raja, Alqur’an yang ditulis tangan oleh Sultan Sy. Abdurrahman Alkadri sendiri, pedang, keris serta berbagai benda pusaka lainnya.
Sedangkan putri dari Sultan Sy. Abdurrahman Alkadri yang masih hidup hingga sekarang ini ialah Ratu Perbu Wijaya yang berumur sekitar 100 tahun. Adat istiadatnya pun hingga sekarang ini masih dijalanakan seperti acara perkawinan, gunting rambut bayi, tepong tawar dan lain-lain. Tapi yang boleh menjalankannya dikeraton hanyalah keturunannya selain itu tidak boleh.
Demikianlah cerita singkat tentang Keraton Kadriah semoga bermanfaat bagi kita semua, wassalamu’alaikum wr. wb.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: