my story semingguan

Senin
Mentari pagi seakan-akan tidak membiarkanku untuk menikmati kasur empuk yang ada di sekretariat LPPM UNLAM. Kulihat jam menunjukkan pukul setengah 7. “Astaghfirullah, lagi-lagi kesiangan,” ucapku dalam hati. Bergegas aku pergi ke WC yang ada di belakang sekretariat KSR UNLAM untuk cuci muka. “Wah, udah ada airnya,” kataku. Kulihat bak mandi yang penuh dengan air jernih yang aku sendiri tak tahu berasal darimana air itu, soalnya sudah dua hari ini mesin air yang ada di KSR raib dari tempatnya. Entah itu dipindahkan atau memang hilang. Selesai cuci muka aku langsung membuka komputer, sementara itu kulihat Akhmad masih menikmati tidurnya.
Langsung aja aku main CS. “Aduh lagi-lagi kalah,” kataku kesal. Di tengah permainan aku teringat akan lembar mutaba’ah yang diberikan oleh ketua ISC beberapa hari lalu. Tapi nampaknya ingatanku berkurang dan terpaksa kuisi seingatku saja. Jam menunjukkan pukul 7 lewat 15 menit, Akhmad terbangun dari tidurnya karena sinar sang surya telah menembus jendela-jendela kaca yang ada di LPPM. Ia menuju ke belakang dan kelihatannya ia sedang berfikir. “Tenang aja airnya udah ada kok,” kataku menjelaskan keadaan di WC. Langsung saja ia mengambil handuk dan pergi untuk mandi. Sedangkan aku masih asyik di depan komputer, tapi karena kalah terus main CS aku keluar dari permainan itu. Aku buka winamp untuk mendengarkan Mp3, sementara itu aku asyik membaca cerpen yang tadi malam kutulis namun aku masih bingung dengan akhir cerita yang akan kubuat nanti. Sementara aku bingung kulihat Akhmad sudah selesai mandi, langsung saja aku menyusul setelahnya.
***
Jam menunjukkan pukul 09.45, aku bergegas hendak ke kampus. Hari ini ada rapat ESA mengenai penyambutan MABA (mahasiswa baru) serta pembentukan kepanitiaannya. Aku sendiri menjadi seksi dokumentasi. Terjadi perdebatan sengit pada saat penyusunan acara secara garis besar. Namun hal itu tidak berlangsung lama karena masing-masing pihak dapat mengerti satu sama lain. Seusai rapat, bunyi aneh keluar dari perutku ternyata itu suara perutku yang keroncongan karena dari tadi pagi belum makan. Langsung saja aku menuju paman pentol yang dari tadi sudah setia menanti. 3 ribu rupiah kuhabiskan hanya untuk makan pentol, tak lama kemudian adzan pun dikumandangkan dari mesjid kampus, bergegas aku menuju ke sana dan berwudhu. Selesai sholat zhuhur aku pulang ke LPPM, kulihat Akhmad bersama temannya sedang membicarakan sesuatu.
Untuk menghilangkan stress aku buka komputer dan main CS lagi. Tapi lagi-lagi aku cepat merasa bosan sesekali aku buka file-file yang rencananya akan kupasang di blog. Ketika aku sedang mengoreksi beberapa tulisan tanpa sadar aku tertidur.
***
Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, tapi aku masih asyik di warnet lagi browsing dan posting tulisan. Entah kenapa malam itu aku lebih suka menghabiskan waktu di warnet. Berbagai macam eBook aku download sebagai bahan pelajaran bahasa pemprograman, maklumlah aku sedang belajar autodidak jadi cari informasi sama paman google aja.

Selasa
Seperti biasa pagi ini tidak ada yang berbeda dengan hari-hariku sebelumnya. Pagi ini aku coba untuk menyelesaikan cerpen yang akhirnya selesai pada pukul 9 pagi. Emang sih ceritanya kurang menarik namun aku terus belajar untuk bisa menjadi lebih baik seharian dari pagi sampai sore aku hanya di depan komputer membaca eBook, karena kebetulan aku sedang tidak ada kegiatan.
Pada malam harinya mati lampu di daerah UNLAM dan sekitarnya, setelah sholat isya aku tertidur.

Rabu
Jam sudah menunjukkan pukul 9 tapi kawan-kawan lain yang mau menghadiri diskusi di Bpost belum datang juga. Sambil menunggu aku membaca buku sejenak. Tak lama Bana dan Budi datang, kami pun berangkat ke gedung Bpost. Diskusi publik pada saat itu membahas mengenai kelangkaan BBM di Banjarmasin. Suasana memanas pada saat penyampaian aspirasi masyarakat, pasalnya banyak dari peserta menyampaikan aspirasinya dengan emosi yang tinggi sehingga semangat pun berkobar di anatara para peserta. Seusai diskusi ternyata dari salah satu peserta mencoba untuk memprovokasi mahasiswa untuk melakukan demo esok harinya. Namun nampaknya tidak ada respon apa-apa dari mahasiswa yang lain. Sementara itu aku sedang asyik menulis berita mengenai diskusi pada hari ini yang akan kumuat di tabloid KINDAY.
Setelah sampai di LPPM aku langsung bersiap-siap untuk sholat zhuhur. Setelah itu aku membuka komputer untuk membaca eBook mengenai pemprograman di DOS. Akhirnya setelah kubuat beberapa eksperimen di komputer dengan rumus-rumus yang aneh, aku berhasil membuat sebuah virus dan penawarnya walaupun tidak terlalu canggih seperti yang sedang beredar di masyarakat sekarang ini, namun aku tetap bangga dengan penemuanku.
Malamnya ada undangan dari DPW PKS. Dengan keterbatasan BBM yang ada di tangki motor aku pergi ke sana bersama kawan-kawan dari PTM, dan pulang sekitar pukul 11 malam. Namun nampaknya mataku belum merasakan kantuk. Aku buka komputer dan nonton DVD sambil menyantap mi yang baru saja ku masak. Pukul 2 pagi aku baru tidur setelah puas membaca eBook.

Kamis
Pada pagi hari sekitar pukul 10 ada rapat ESA membahas mengenai laporan masing-masing seksi pada acara penyambutan MABA nantinya. Tidak ada perdebatan yang berarti yang terjadi pada saat itu dan rapat tersebut berakhir pada pukul 12.20. setelah sholat zhuhur aku pun pulang ke LPPM untuk berbaring sejenak. Suara aneh keluar dari perutku ternyata aku sedang lapar, aku pun pergi ke warung untuk beli mie. Setelah selesai makan aku santai di teras, tak lama Alfian datang dan menanyakan mengenai nilau hasil ujian akhir. “Belum keluar,” kataku. Lama kami ngobrol sekitar pukul 3 sore ada orang lewat dan bertanya, apakah dia masih bisa mendaftar kuliah setelah nganggur selama 4 tahun. Lalu kujawab, “kalau tidak salah 3 tahun batasnya.” “tapi untuk lebih jelas silahkan tanya langsung ke rektorat,” tambahku.
Lalu orang tersebut memperkenalkan dirinya dan banyak bercerita mengenai dia dan kampungnya. Dalam hati aku ingin menangis karena dia mempunyai keingingan yang kuat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sedangkan ia hanya seorang yatim piatu sejak lahir dan tinggal di panti asuhan. “aku boleh gak tidur di sini semalam?” ia bertaya padaku. “Boleh saja,” kataku.
Nama orang tersebut Haris. Jujur aku rasanya ingin menangis setelah mendengar ceritanya. Jam menunjukkan pukul setengah 6 sore, Alfian pun pamit pulang. Sedangkan aku dan Haris baru tidur pukul 10 malam.

Jum’at
Setelah sholat shubuh kulihat Haris masih asyik diperaduan menikmati tidurnya. Sementara itu kubuka komputer, sambil menulis aku mendengarkan Mp3 sedangkan di luar sedang hujan pagi ini.
Setelah sholat Jum’at aku pun bersiap-siap untu pergi ke DPW PKS, karena hari ini akan ada perkemahan di daerah Banjarbaru. Para peserta berasal dari berbagai daerah dan jumlahnya lebih dari 100 orang. Kami semua berangkat ke lokasi pukul setengah 5 dan baru sampai di sana pukul setengah 7 kemudian langsung sholat maghrib.
Setelah pembagian kelompok dan 1 kelompok beranggotakan lebih kurang 14 orang. Sampai pada pukul setengah 12 kami pun tidur dan akan bangun bergantian untuk jaga malam.

Sabtu
Hari Sabtu tanggal 12 Juli aku masih berada di bumi perkemahan LEMDIKADA. Jam sudah menunjukkan pukul 10 dan keringat pun sudah menbanjiri baju yang ada di badan dikarenakan kegiatan fisik yang cukup menguras keringat seperti halang rintang dan game-game lainnya yang mmbutuhkan kerjasama dan kekompakan tim. Kejadian mengejutkan pun terjadi pada saat semua tim sedang memainkan game. Salah satu peserta yang berasal dari kelompok 6 patah tangannya ketika sedang bermain. Namun yang lebih mengejutkan lagi bahwa yang patah tangannya itu ialah Zaidi kawanku sendiri.
Malamnya sekitar pukul 10 diadakan acara pentas seni yang akan ditampilkan oleh masing-masing kelompok. Mungkin karena kecapean dan letih aku tertidur di tenda, sehingga aku tidak bisa mengikuti acara tersebut. Setelah aku bangun acara sudah selesai dan tiba-tiba panitia menyuruh kami semua untuk membereskan tenda.
Setelah masing-masing ketua kelompok diberi arahan oleh panitia. Ketua kelompok kami membawa kami ke balik semak-semakdan menjelaskan apa yang akan dilakukan. Ternyata kami semua akan memainkan permainan perang-perangan dan dijelaskan oleh ketua bahwa pada pukul 2.30 kami harus menculik ketua kelompok 6. pengintaian pun dilakukan pada pukul 1.30 oleh aku dan kawan-kawan semua kelompok telah kami ketahui keberadaannya sayangnya kami masih tidak tahu yang mana kelompok 6. Akhirnya karena kelelahan aku dan kawan-kawan tertidur sehingga otomatis permainan tidak kami lanjutkan.

Minggu
Hari minggu tanggal 13 Juli sehabis sholat zuhur berjamaah kami bersiap-siap untuk pulang ke DPW masing-masing daerah, setelah sebelumnya hari itu diadakan beberapa game. Wajah-wajah lesu tampak pada semua peserta namun ukhuwah yang terjalin di antara kami sangat lekat.
Pukul 13.30 aku sudah berada di LPPM dengan keletihan yang kumiliki, aku menghempaskan diri ke kasur milik LPPM itu. Tidak terasa aku terlelap dan bangun pukul setengah 5 sore. Segera aku menuju kamar mandi mesjid kampus setelah itu sholat asar. Setelah sholat asar aku pun ke warung untuk membeli beras, karena persediaan beras di LPPM sudah habis. Sepulang dari warung aku membuka komputer untuk mendengarkan mp3.
Jam menunjukkan pukul setengah 9 malam, aku pergi keluar untuk mengantri bensin. Namun kulihat di SPBU orang juga banyak yang mengantri sampai-sampai keluar jalur antrian. Aku memutuskan untuk tidak jadi mengantri dan kulanjutkan besok, jam 10 aku sudah tidur mungkin karena capek dan kelelahan atau apakah itu namanya.

By Fikar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: