ARTIKEL UMAT ISLAM BERSIKAP

Setelah berbulan-bulan terkatung-katung, SKB 3 menteri tentang Ahmadiyah pun dikeluarkan. Pro dan kontra terhadap SKB ini pun tak terhindari. Jemaat Ahmadiyah sendiri merasa kecewa terhadap adanya SKB ini. Menurut mereka SKB ini tidak sesuai dengan konstitusi negara dan UUD 45 serta negara tidak berhak untuk meghentikan hak warganya untuk beribadat .

FUI dan beberapa ormas islam lainnya pun kegewa terhadap SKB ini karena terkesan plin-plan. Pemerintah dirasa kurang tegas dalam masalah ini, pemerintah tidak membekukan Ahmadiyah apalagi membubarkannya, dalam SKB ini pemerintah hanya menghentikan kegiatan Ahmadiyah yang bertentangan dengan Islam, dan melarang menyebarkannya.

Pemerintah berpendapat lain, menurut pemerintah keputusan ini adalah keputusan terbaik yang dapat menjembatani keinginan sema pihak yang terlibat kontroversi Ahmadiyah.

Ketidaktegasan dalam bersikap menjadi alasan kekecewaan. Bahkan AKKBB berpendapat, dalam pemutusan SKB ini pemerintah berada dibawah tekanan laskar Islam, dan tidak sesuai dengan konstitusi negara.

Pemerintah saat ini sedang berada diposisi ’serba salah’, di satu sisi tuntutan pembubaran Ahmadiyah, di sisi lain atas nama kebebasan beragama (HAM) ketidaktegasan UU yang mengatur hal ini-lah yang menyebabkan posisi serba salah ini.

Apa itu Ahmadiyah ?

Ahmadiyah adalah suatu faham yang berasal dari Qadian India. Dan menurut situs resmi Ahmadiyah, aliran Ahmadiyah di Indonesia dibawa oleh 3 orang pemuda yang sekolah di India kira-kira 75 tahun yang lalu. Mirza Ghulam Ahmad lah yang diyakini penganut Ahmadiyah sebagai nabi setelah Nabi Muhammad SAW. Penafsiran Al-Qur’an yang berbeda pada umumnya-lah yang menyebabkan adanya aliran ini.

Pengakuan adanya nabi setelah nabi Muhammad SAW adalah keluar aqidah islam yang mengakui bahwa Nabi Muhammad adalah penutup nabi-nabi (khatamul anbiya) jadi mengakui adanya nabi setelah Nabi Muhammad adalah keluar dari Islam.

Lalu bagaimana kita bersikap?

Selama ahmadiyah mengaku sebagai umat Islam maka dengan adanya penafsiran bahwa ada nabi setelah Muhammad termasuk sesat. Maka pembubaran terhadap aliran ini adalah sulusinya. Ini bukan masalah kebebasan beragama, ini adalah masalah penistaan agama, apakah dengan dalih kebebasan beragama kita boleh memodifikasi suatu agama? Apakah dengan dalih kebebasan beragama kita boleh menafsirkan seenak hati agama kita? Tentu tidak.

Selain pembubaran aliran ini, pembinaan terhadap umat Islam sendiri dirasa sangat perlu, agar terhindar dari segala macam pemikiran aliran sesat yang kini mulai banyak beredar di bumi Indonesia ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: