DRAMA LEDAKAN

PENGARANG : NULIS KURNIAWAN

PARA PEMAIN :

MUNSON RICARDO SEBAGAI JAKSON

NULIS KURNIAWAN SEBAGAI JOKO

ARYA GIANTARA SEBAGAI ANDI

DADI PRAKOSO SEBAGAI BARON

EKO PRASETYO SEBAGAI PAK GURU

FAJAR HILMAN SEBAGAI POLISI I

NICO S. SEBAGAI POLISI II

DINI T. SEBAGAI NARATOR

Di sebuah SLTPN 01 ada empat orang anak yang saling bermusuhan dan empat orang anak itu saling bersaing untuk menjadi yang terbaik. Jakson adalah anak yang nakal di kelasnya dan Baron anak yang selalu mengikuti apa kata Jakson. Sedangkan Joko anak yang pendiam dan ia tinggal di rumah pamannya. Andi adalah anak yang baik sama seperti Joko. Pada sat itu mereka belajar Fisika dan pak guru mulai masuk untuk mengajar murid – muridnya.

Pak guru : “Selamat pagi anak – anak.”

Siswa – siswi : “Selamat pagi pak.”

Pak guru : “Bapak ada keperluan sebentar, tolong kalian kerjakan halaman 65.”

Siswa – siswi : “Baik pak !”

Pak guru : “Apa ada yang ditanyakan ?”

Jakson : “Tidak ada pak.”

Pak guru : “Bagus, bapak keluar sebentar.”

Pak gurupun keluar dari kelas, anak – anak mulai mengerjakan tugas. Tetapi si Jakson dan Baron mulai berbuat usil.

Jakson : “Ron, Baron bagaimana kalau kita ejek si Joko ?”

Baron : “Boleh juga ide lo.”

Mereka pun menghampiri si Joko dan si Andi.

Jakson : “Hei, Joko !”

Joko : Ada apa ?”

Jakson : “Lo kasihan juga ya.”

Joko : “Kasihan kenapa ?”

Jakson : “Lo kan tinggal di rumah paman lo.”

Joko : “Emangnya kenapa ?”

Baron : “Bokap, nyokap lo kemana sehingga lo tidak diurus.”

Joko : “Emangnya apa urusa lo ?”

Jakson : “Tidak, gua Cuma nanya ! Lo kan kasian tidak punya orang tua.”

Joko pun mulai naik darah mendengar ejekan Jakson dan Baron mereka pun akhirnya berkelahi. Tiba – tiba pak guru datang.

Pak guru : “Berhenti, ada apa ini ? kenapa kalian berkelahi ?”

Baron : ( terkejut ) “Tidak ada apa – apa pak !”

Pak guru : “Lantas ngapain tadi ?”
Jakson : “Habis, dia yang mulai sih, pak ?”

Joko : “Bohong pak, dia yang terus mengejek saya pak !”

Andi : “Iya pak !”

Baron : “Tidak pak mereka yang duluan.”

Pak guru : ( membentak ) “Sudah, diam. Jangan saling menuduh.”

Mereka berempat : “Iya pak !”

Pak guru : “Apa gunanya kalian di ajar dan dididik kalau seperti ini. Nama baik sekolah akan rusak kalau sifat kalian seperti ini. Apalagi kalian berkelahi dengan teman sekelas. Sekarang kalian baikkan, saling meminta maaf.”

Akhirnya mereka pun saling baikkan dan saling memaafkan dan bell istirahat berbunyi. Jakson dan Baron mengobrol di kantin untuk membuat rencana mereka mengalahkan Joko dan Andi.

Jakson : “Ron, Baron kok kita kalah terus dari mereka ya ?”

Baron : “Iya ! Bagaimana kalau kita tantang mereka untuk bertanding ?”

Jakson : “Iya ide bagus ! Tapi apa lombanya Ron ?”

Baron : “Kita tantang mereka untuk meledakkan mobil.”

Jakson : “Terlalu kecil, bagaimana kita meledakkan mall matahari saja ?”

Baron : “Oke deh ! Tetapi bagaiman kita mendapatkan bahan kimianya ?”

Jakson : “Iti soal gampang, kita curi dari laboratorium sekolah !”

Keesokan harinya Jakson dan Baron mulai melakukan misinya.

Jakson : “Baron, sudah lo curi bahan kimianya.”

Baron : “Sudah, ini dia.”

Jakson : “Oke, pulang sekolah kita tes !”

Baron : “Oke, bos.”

Setelah pulang sekolah mereka mulai mencampur bahan kimianya dan mentesnya.

Jakson : “Oke Ron mari kita campur bahannya dan kita ledakkan.”

Baron : “Baiklah.”

Setelah beberapa menit mereka mencampur bahan kimianya dan akhirnya selesai.

Jakson : “Sudah siap Ron ?”

Baron : “Siap bos.”

Jakson : “Ayo kita ledakkan, kita hitung 3, 2, 1,…..( duar, duar ).

Baron : “Wah dahsyat Jak !”

Jakson : “Besok kita tantang mereka coy !”

Baron : “Oke coy tidak ada masalah.”

Keesokan harinya mereka sekolah seperti biasanya dan mengajak Joko dan Andi bertanding, setelah sampai di sekolah Jakson dan Baron langsung menantang Joko dan Andi.

Jakson : “Hei bodoh !”

Joko : “Siapa yang bodoh.”

Baron : “ya, lo !”

Joko : “Bangsat.”

Andi : “Sabar Jok sabar.”

Jakson : “Bagaimana kalau kita bertanding ?”

Andi : “Bertanding apa ?”

Jakson : “Kita meledakkan mall matahari siapa yang ledakkannya yang paling kuat dia adalah yang terbaik dari antara teman sekelas ini.”

Baron : “Kalau kalian yang menang kalian akan menjadi yang terbaik dan kami tidak akan mengganggu kalian lagi.”

Jakson : “Tetapi kalau kami yang menang kalian harus menjadi pengikut kami.”

Baron : “Kenapa takut.”

Andi : “Siapa yang takut !”

Joko : “Oke, kapan kita akan bertanding ?”

Baron : “Besokkan hari Minggu, bagaiman kalau kita bertanding besok saja. Kita ketemu di depan mall jam 14.00 WIB.”

Joko : “Oke.”

Setelah itu Jakson dan Baron pergi, sedangkan Joko dan Andi sedang kebingungan untuk mencari bahan kimianya.

Joko : “Andi, bagaimana nih ?”

Andi : “Iya gue juga bingung, mau dicari dimana bahannya ?”

Joko : “Begini saja, kita cari di toko alat – alat kimia.”

Andi : “Boleh juga ide lo Jok !”

Joko : “Nanti pulang sekolah kita cari bahannya.”

Setelah pulang sekolah mereka mencari bahannya. Sudah hampir satu jam mereka mencarinya akhirnya bahannya dapat juga dan mereka mulai mencobanya.

Joko : “Andi, sekarang kita campur bahannya dan kita coba !”

Andi : “Jok, sekarang sudah jadi, mari kita ledakkan.”

Joko : “Bagus, sekarang ayo kita ledakkan 3, 2, 1, …( duar )

Andi ; “Dahsyat Jok !”

Joko : “Ya, kita berhasil.”

Keesokan harinya mereka bertemu di depan mall matahari dan mereka mulai bertanding.

Jakson : “Kalian sudah siap ?”

Joko : “Kami siap.”

Baron : “Kita ledakkan di toilet saja.”

Mereka pun pergi ke toilet untuk meledakkannya.

Jakson ; “Sekarang kalian duluan.”

Joko : “Baik.”

Andi : “Ayo kita mulai Jok.”

Mereka mempersiapkan alatnya.

Joko : “Sudah siap Andi ?”

Andi : “Siap Jok, 1, 2, 3, ……( duar ).

Joko : “Sekarang giliran kalian.”

Baron : “Oke Jak, kita hitung 1, 2, 3, …… ( duar ).

Jakson : “Dahsyat kita menang Baron.”

Polisi I : “Angkat tangan jangan bergerak !”

Ledakkan itu mengagetkan warga yang ada dari dalam mall itu hancur lalu 3 pelaku tertangkap sedangkan Jakson lolos.

Tiba-tiba polisi menembak kaki Jakson tetapi Jakson terus berlari dan polisi mengeluarkan tembakan kedua. Tembakan itu tepat di punggung Jakson. Jakson pun akhirnya mati tidak bisa menahan tembakan itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: