DRAMA PERKELAHIAN BUKANLAH SUATU CARA UNTUK MENYELESAIKAN MASALAH

Para Tokoh :

– Edly K. sebagai Raja (anak SMP 03)

– Sy. Sahrizal sebagai Dani (anak SMP 03)

– Kusuma sebagai Marco (anak SMP 07)

– Peri sebagai Andreas (anak SMP 07)

– Taufik sebagai Pak Aswin (guru SMP 03)

– Didi sebagai Narator

Pada suatu hari Dani pergi sekolah dengan berjalan kaki, di depan persimpangan jalan ia dicegat oleh anak SMP 07.

Marco : (sambil melambaikan tangan) “Hei..! anak kecil kemari lu!”

Dani : Ada apa, bang!”

Marco : Ada uang Rp1000 enggak?”

Dani : “Untuk apa bang!”

Marco : “gue Tanya ada uang nggak?”

Dani : “Enggak ada bang!”

Marco : “Goblok bilang kek dari tadi.” (sambil menunujal kepala dani)

Andreas memukul perut dani.

Andreas : “Rasakan ni.”(buk)

Dani : “Aduh….! Awas kalian, tunggu pembalasan gue?”

Andreas : “Apa…! Lu mau melawan gue, ya!

Dani pun lari meninggalkan Andreas dan Marco. Dan Dani pun tiba disekolahnya dengan muka yang merah. Ia melihat raja yang sedang duduk di depan kelas, dan ia pun memanggil raja.

Dani : “Raja……! (sambil melambaikan tangan)

Raja : “Hoi…..! ada apa?”

(dani pun mendekati raja)

Dani : “Ja! Tadi sewaktu aku berangkat sekolah. Aku dicegat anak SMP 07.”

Raja : “Elu, diapain?”

Dani : “Gue! Dipukulin.”

Raja : “Kurang ajar mereka! Terus, ngomong apa lagi mereka.”

Dani : “Mereka menantang lu!”

Raja : “Sialan, kita harus balas mereka.”

Dani : “Benar, bagaimana kalau pulang sekolah nanti.”

Raja : “Oke. Baiklah!”

Singkat cerita, anak-anak SMP 03 pun pulang sekolah, raja dan dani pun bergegas pergi menuju SMP 07 itu.

Raja : “Mana mereka!”

Dani : “Tunggu aja dulu!”

Raja : “Baiklah.”

Setelah menuggu 7 menit Marco pun muncul dari depan pagar sekolahnya, dan ia pun berjalan.

Raja : “Hei…! kamu, kesini.”

Marco : “Saya!” (ia pun berjalan menuju ke arah raja dan dani)

Raja : “Ya! Mana teman lu.”

Marco : “Sudah pulang tuh!”

Raja : “Hei…… brengsek!” (sambil menunujuk kepada marco). Ngomong apa tadi lu sama teman gue!”

Marco : “Ngomong apa, mana ada.”

Dani : “Eh…., banyak tingkah juga lu. Udah ……ja bantai!”

Kemudian raja dan dani pun mengeroyok marco.

Raja : “Rasakan ini.” (buk-buk)

Marco : “Aduh….”

Dani : “Udah ja, dia sudah babak belur.”

Raja : “Makanya, jangan suka mencari gara-gara sama gue beginilah jadinya, kasihan……deh…….lu!”

Raja dan dani pun meninggalkan marco yang babak belur itu. Keesokan harinya marco mengadukan perbuatan yang telah dilakukan raja kepadanya itu, kepada andreas.

Andreas : “Selamat siang! Mar.”

Marco : “Selamat siang.”

Andreas : “Bagaimana keadaanmu.”

Marco : “Lumayan, sudah agak sembuh.”

Andreas : “Bagaimana kalau pulang sekolah nanti kita balas mereka.”

Marco : “Boleh, juga idemu itu and.”

Andreas dan marco pun telah pulang sekolah. Mereka pergi ke SMP 03 disana andre melihat raja dan dani yang sedang nongkrong di tepi jalan.

Andreas : “Hei………kau, kenapa berani main keroyokan.”

Raja : “Siapa yang main keroyokan? Kamunya aja yang enggak ada, coba kalau kamu ada mungkin sudah seperti babi ini.”

Andreas : “Kurang ajar kau, (lalu andreas memukul raja dengan sangat kuat). Prak!”

Raja : “Memangnya aku takut. (raja pun membalas pukulan andreas), puuk.”

Dani dan marco tidak tinggal diam, mereka berkelahi sampai babak belur, tiba-tiba ada pak aswin yang sedang lewat, dan pak aswin melihat mereka berkelahi. Pak aswin pun segera melerai mereka.

Pak aswin : “Sudah…..sudah! berhenti. (mereka pun berhenti) kenapa kalian berkelahi.”

Raja : “Dia yang muali duluan pak.”

Andreas : “Kamu yang mulai duluan.”

Pak aswin : “Sudah kalian berempat pulang, ingat jangan berkelahi lagi.”

Keesokan harinya pak aswin menelepon kepala sekolah SMP 07 dan menjelaskan apa yang terjadi tentang andreas dan marco, karena berkelahi dengan raja dan dani. Kepala sekolah terkejut mendengar berita itu. Setelah beberapa jam pak aswin datang menghadap kepala sekolah SMP 07 dan meminta izin membawa andreas dan marco untuk diminta keterangan.

Pak aswin : “Dani apa yang sebenarnya terjadi sampai-sampai kalian mereka.”

Dani : “Begini pak, sewaktu aku berangkat kesekolah aku dicegat oleh mereka dan memaksaku memberi uang sakuku, dan mereka memukulku pak!”

Pak aswin : “Apa benar yang dikatakan dani! Mar.”

Marco : “Iya, pak.”

Pak aswin : “Kenapa kalian lakukan itu?”

Marco : “Cuma iseng-iseng aja kok pak.”

Pak aswin : “Tapi bukan begini caranya. Berkelahi bukanlah cara yang tepat untuk menyelesaikan masalah ini.”

Raja : “Kami menyesal pak.”

Pak aswin : “Raja! Kamu dan dani bapak skor selama 3 minggu.”

Raja : “Apa! 3 minggu, yang benar saja pak!”

Pak aswin : “Sudah jangan cerewet.”

TAMAT

Kemudian pak aswin memberitahukan kepada kepala sekolah SMP 07 tentang tindakan yang dilakukan andreas dan marco. Dengan panjang lebar kepala sekolah menerangkan kepada orang tua mereka, bahwa perbuatan andreas dan marco sudah membuat nama SMP 07 tercoret. Kemudian kedua siswa itu di keluarkan oleh kepala sekolah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: