FABEL INGKAR JANJI

“Dogi”, demikian panggilan kawanan kucing kepada kawanan anjing, kawanan anjing pun memanggil kawanan kucing dengan “meong”. Saat itu kedua kelompok hewan ini memang bersahabat dan sering berkomunikasi.
Persahabatan itu semakin terlihat jika mereka sedang berburu. Jika dogi mendapat mangsa, meong pun kebagian. Akan tetapi, selama ini memang dogi belum pernah menikmati hasil buruannya.
“Dogi, aku berterima kasih padamu. Sebagai balas jasa, aku siap menjaga hasil buruanmu dari keganasan si raja hutan. Jika aku mengeluarkan suara “Meooong’, dengan tinggi dan keras, itu pertanda ada bahaya. Akan tetapi, jika suaraku tdak terdengar, itu pertanda aman-aman saja, “kata meong merayu.
“O, kau pandai juga, meong ! aku juga akan melakukan hal yang sama dengan mu. Jika aku mengeluarkan suara’ gu, guk, guk, “berarti aku memperoleh mangsa jika aku melonglong tinggi dan nyaring kemudian merendah, berarti ada bahaya. Kau segeralah menuju ke arah suara itu untuk menolongku, “kata dogi bangga.
Cara berkomunikasi tersebut akhirnya mereka sepakati. Dogi pergi berburu, sedangkan si meong berjaga-jaga sekitar daging kelinci hasil buruan si dogi.
Hampir satu jam dogi berburu. Tiba-tiba meong mendengar “uk, guk, guk.” Meong gembira. Daging kelinci yang dijaganya dilahapnya tanpa sisa. Setelah itu meong mengeluarkan tanda ada bahayadan berlari meninggalkan tempat itu.
Dogi tidak mau mengingkari janji. Kelinci yang hampir ditangkapnya ia tinggalkan. Ia berlari sekencang-kencangnya karena merasakhawatir meong menghadapi bahaya.
Dogi tiba di tempat meong. Ternyata meong tidak adadi sana dogi pun sedih, “mungkin kau di terkam si hutan, sobat ? maafkan aku…….,” kata dogi sedih.
Dogi berpikir sejenak. Penciumannya yang tajam mulai berfungsi. Ia baru sadar “wah, aku telah ditipu!” kata dogi sambil menelusuri jejak kaki meong dan bau daging kelinci.
100 m dari sungai, dogi berhenti. Dogi mengenal tubuh meong yang berbaring di tepi sungai sana. Dogi lalu mengeluarkan suara lolongan yang tinggi, keras kemudian merendah.
Kawanan kucing lain segera datang. Meong pun melompati batu-batu besar untuk menghindar. Tapi, sungguh sial nasib si meong. Lompatannya terlalu jauh sehingga ia jatuh kesungai. Beruntunglah buaya. Tubuh meong pun dikoyak-koyaknya.
Dogi segera mendekat. Kawanan kucing yang lain pun tiba. Meong yang ada dimulut buaya memberontak hendak melepaskan diri. Namun sia-sia.
Kawanan kucing merasa iba melihat meong. Tanpa pikir panjang, dogi pun diserang beramai-ramai. Dogi berusaha melindungi diri. 3 ekor kucing terlempar ke sungai. kemudian dogi pun berlari menghindari perkelahian yang tidak beralasan itu.
Kucing yang lainnya berusaha mengejar. Namun, tidak berhasil. Kawanan kucingpun berteriak, “Mulai saat ini, kau musuh kami……!”

DISUSUN OLEH :
WULAN

KELAS : 3D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: