fabel JERAPAH DAN SINGA

Suatu pagi yang cerah di sebuah hutan, ada seekor singa yang sedang mencari sesuatu. Ternyata singa sedang mencari jerapah untuk diajak lomba lari. Tidak lama kemudian singa menemukan jerapah yang sedang makan. Lalu singa menghampiri jerapah.

Singa : “Hallo, jerapah ! apa yang sedang kamu lakukan.” (pura-pura berbasa-basi sebelum mengatakan maksudnya pada jerapah)
Jerapah : “Aku sedang sarapan pagi.”
Singa : “Apa yang kamu makan ?”
Jerapah : “Aku lagi makan ranting pohon.” (membohongi singa)
Singa : “Aduh, kok ranting dimakan, itu kan bukan makanan.”
Jerapah : “Ha, ha, ha ! singa bodoh, mudah ditipu. Aku kan tidak makan ranting.”
Singa : “Lalu apa yang kamu makan, jerapah ?”
Jerapah : “Aku kan lagi makan daun pohon karet.”
Singa : “Memang, apa enaknya daun pohon karet ?”
Jerapah : “Enak kok, rasanya seperti permen karet.”
Singa : “Kenapa kamu memakannya, Jer ?”
Jerapah : “Kata kakekku pada zaman dahulu nenek moyangku dinosaurus makan daun pohon karet sehingga lehernya bisa jadi panjang. Maka dari itu aku mengikuti mereka.”
Singa : “Ah, itu tidak penting. Aku keliling hutan mencarimu, jer.”
Jerapah : “Kenapa kamu mencariku ?”
Singa : “Aku mencarimu untuk mengajak lomba lari. Kamu mau terima tawaranku, jer ?”
Jerapah : “Boleh tapi apa taruhannya ?”
Singa : “Kalau aku yang menang, kamu harus menjadi budakku. Tapi kalau aku yang kalah aku akan berikan apa yang kamu minta.”
Jerapah : “Setuju ! kapan lomba lari ini di mulai ?”
Singa : “Sekarang, mulai dari hutang ini sampai padang rumput disebelah sana. Nggak jauh kok kira-kira 1 kilometer.”
Jerapah : “Oke, siapa takut !”

Singa dan jerapah mempersiapkan diri untuk lomba lari. Singa memberikan aba-aba sebagai tanda lomba lari telah di mulai. Ternyata berita tersebut terdengar oleh binatang lain, seperti : burung, kijang, ular, gajah, dll. Mereka semua datang untuk menyaksikan perlombaan tersebut. Melihat banyak yang menonton, singa menjadi besar kepala. Tanpa pikir panjang singa langsung memulai lomba tersebut.

Singa : “Kamu siap, jer ?”
Jerapah : “Siap.”
Singa : “Aku mulai ya. Bersedia, siap, go !”

Singa dan jerapah berlari sekencang-kencangnya. Binatang lain yang menonoton, memberikan tepuk tangan kepada keduanya dan itu membuat singa makin besar kepala.

Jerapah : “Wah, gila bener tuh singa ! aku saja baru lari tapi dia sudah lari sejauh itu, seperti dikejar setan.”
Singa : “Ha, ha, ha. Jadi kamu baru trahu, jer kalau aku bisa lari kencang.”
Jerapah : “(teringat akan kata kakeknya) Oh iya ! aku kan bisa memanjangkan leher seperti nanak moyangku.”
Singa : “(tidak menghiraukan jerapah yang ketinggalan jauh) asyik, hanya tinggal 100 meter lagi aku sampai garis finish.”

Singa tidak menyadari kalau jerapah mempunyai jurus mmanjanhkan leher. Karena selalu makan daun pohon karet. Karena badan jerapah tertarik oleh lehernya yang memanjang, maka gerakan jerapah jadi lebuh cepat dari singa. Hanya beberapa kali memanjangkan lehernya, jerapah sudah sampai ke garis finish terlebih dahulu dari singa. Singa dan binatang lain yang menonton menjadi terkejut melihat leher jerapah.

Jerapah : “Hore, aku menang !”
Singa : “(heran dan terkejut) ha, kok lehernya bisa panjang.”
Jerapah : “Lho, jangan heran, itu kan karena aku makan daun pohon karet.”
Singa : “Kalau begitu aku mau makan daun pohon karet dulu, ya ! (pura-pura lupa akan taruhannya karena ia kalah)
Jerapah : “Nggak, kamu mau pergi kemana. Ayo, tepati janjimu kan aku sudah mengalahkanmu. Aku hanya minta daun pohon karet saja kok.”
Singa : “(tidak bisa kabur sehingga menjadi kesal) oke, aku ambilkan hadiahnya. Tapi, kamu tunggu disini sebentar,”

Singa pun mengambil hadiah di dalam hutan. Karena kesal, singa tidak mengambilkan jerapah daun pohon karet melainkan rantingnya setelah 10 menit berlalu, singa kembali dari dalam hutan dngan membawa hadiah yang banyak untuk jerapah. Binatang lain yang menonton menjadi penasaran melihat singa membawa hadiah yang banyak untuk jerapah. Lalu, mereka mendekati jerapah untuk melihat apa isinya. Setelah semua berkumpul, singa langsung memberikan hadiah pada jerapah.

Singa : “Ini jer, hadiah yang kau minta.”
Jerapah : “Aduh banyak sekali hadiahnya,”
Singa : “Ah, itu nggak seberapa.”
Jerapah : “(senang mendapat hadiah) aku buka ya ! apa-apaan hadiah ini, kamu menipu aku, nga ! dasar kamu singa licik.”
Singa : “Ha, ha, ha. Rasakan kamu, jer membuat aku kesal (senang berhasil menipu jerapah)

Jerapah dan binatang lain memprotes perbuatan singa yang licik dan sombong. Sketika itu juga, angin bertiup dengan kencang. Banyak pohon yang bertumbangan. Ada salah satu pohon yang menimpa singa sehingga kaki singa menjadi patah. Semua binatang yang melihat kejadian itu berkata bahwa itu adalah hukuman dari alam untuk singa yang licik dan sombong.

NAMA : MAS ADE UTI
KELAS : 3E

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: