fabel KANCIL DAN KAMBING

Pada suatu hari kancil berjalan-jalan di hutan dan bertemu kambing. “Kenapa kamu pincang ?” Tanya kancil kepada kambing.” Dilempar pak Boim dengan kayu karena aku masuk ke ladangnya,” jawab kambing. “Jangan sedih,” kata kancil,” aku punya akal agar kamu tak diganggu pada waktu mencari makan disana.” Betul, cil ? ah, kamu memang sahabatku yang baik. Bagaimana caranya ?” pakailah pakaian kulit harimau. Karena kamu disangka harimau, pak Boim akan lari pontang-panting.” Wah, sulit ! bagaimana aku dapat mencari kulit harimau ?” mari, ikut aku !” ajak kancil.
Pak Kadir kemarin menembak harimau. Kulitnya dijemur di belakang rumah. Dengan segera di ambilnya kulit harimau yang dijemur itu.” Nah, sekarang aku mau pulang,” kata kancil. Nanti malam kamu boleh ke lading pak Boim. Makanlah sepuas-puasnya !” malam itu pak Boim pergi ke ladangnya. Hari terang bulan.
“Ha, apa itu ?” pikir pak Boim. Seekor harimau masuk ke ladang dengan perlahan-lahan. Pak Boim sangat takut. Ia hendak berlari. Ditetapkan hatinya. Ia memperhatikan harimau itu. “Heran,” pikir pak Boim,” seekor harimau makan tanaman muda ?” astaga, harimau bertanduk ? berjanggut pula ?” sekujur badan pak Boim gemetar. Ia sangat ketakutan. Tiba-tiba harimau itu menoleh ke arah pak Boim.
Apa yang terjadi ? harimau itu berpaling, lalu lari pontang-panting. Melihat pak Boim tidak ketakutan lagi. Dikejarnya harimau itu lalu dilemparnya tombak ke arah harimau palsu harimau palsu jatuh tersungkur, kemudian kambing lari tunggang langgang.

DARMA S.
3B

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: