fabel KERA TUA

Di sebuah hutan hiduplah seekor kera tua yang memiliki kebiasaan baik, yaitu selalu mencuci makanannya dahulu sebelum dimakan. Pada suatu hari ia memanen buah apelnya di tengah hutan, ia memilih apel yang masak-masak saja. Setelah keranjangnya penuh. Pergilah ia ke tepi sungai untuk di cuci. Lalu ditaruhnya buah-buah apel itu di atas batu besar. Kemudian satu-persatu dicucinya. Apel yang sudah dibersihkan lalu dimasukkan satu persatu ke dalam keranjang. Karena matanya ia sering salah ambil, bukan buah apel yang ia ambil melainkan batu-batu yang berserakan disekitar apel-apel tersebut.
Kera tua itu mempunya dua cucu yang sangat ia sayangi biasanya setelah mencuci buah apel ia segera pulang menemui cucu-cucunya.
Namun kali ini cucu-cucunya yang menyusul kakeknya ke hutan. Mereka melihat kakeknya mencuci apel di tepi sungai.

Cucu pertama : “Wah kita godain kakek yuk !”
Cucu kedua : “Ayo, tapi bagaimana caranya ?”
Cucu pertama : “Coba kamu lihat ! di dalam keranjang itu buah apel dan batu menjadi satu bercampur menjadi satu. Nah, buah apelnya saja yang kita ambil, kita ambil secara diam-diam.” Jawabnya yang punya gagasan.
Cucu kedua : “Wah, kakek pasti tahu karena kakek bisa mancium bau badan kita.”
Cucu pertama : “Begini caranya, kamu ambil kayu panjang kemudian dari atas pohon kita tancapkan kayu tersebut pada buah apel itu. Lalu, pelan-pelan kita tarik ke atas.”
Cucu kedua : “Ok, mari kita lakukan !”

Dari atas pohon yang tinggi kera-kera kecil itu mulai mengambil buah apel kakek dengan menggunakan kayu yang panjang si kakek tidak sadar bahwa buah apel yang sudah dicucinya telah raib dari keranjangnya. Setelah merasa sudah mencuci semua apelnya, si kakek lalu mengangkut keranjangnya untuk dibawa naik ke atas pohon. Di atas pohon kakek bertemu dengan cucu-cucunya.

Kakek : “Ternyata kalian sudah disini, baiklah! Ini kakek bawakan apel, ayo kita makan bersama !” ajak kakek.

Batu yang dikiranya buah apel itu kemudian di bagi-bagikan kepada kedua cucunya ketika kakek hendak memakan batu yang di pegangnya. Cucunya yang pertama berkata.

Cucu pertama : “Kek, buah apel itu sudah terlalu tua jangan dimakan ! maka yang ini saja !”

Kakek pun menuruti permintaan cucunya, ia menukar batu itu dengan apel segar pemberian cucunya.

Kakek : “Ah, kamu ternyata cucu yang pandai bisa mencari apel yang segar untuk kakek.” Kata si kakek memuji cucunya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: