FABEL KUNGKUNG SI KATAK KECIL

Kungkung masuk terengah-engah. Ia khawatir kalau anak nakal itu mengejarnya sampai ke tempat itu.

Guguk : “Hai, katak kecil, ada apa? Kok, seperti di kejar sesuatu.”
Kungkung : “(Setelah agak tenang) “Aku dikejar anak-anak nakal itu.”
Guguk : “Oh, anak-anak nakal dekat rumah Pak Mangkuk? Jangan takut? Kalau mereka kemari akan ku usir.”
Kungkung : “Terima kasih atas bantuanmu, sang anjing. Eh, siapa namamu?”
Guguk : “Guguk. Dan kau?”
Kungkung : “Kungkung. Apa kerjamu di sini?”
Guguk : “Menjaga lumbung Pak Mus.setiap malam aku bertugas di sini.”
Kungkung : “Berapa upahmu?”
Guguk : “Oo … aku tidak minta upah. Pak Mus memelihara diriku sejak aku masih kecil.”
Kungkung : “apa ibumu juga dipelihara oleh Pak Mus?”
Guguk : “Tidak. Ibuku mati karena sakit keras. Lalu dibuang di sekitar pasar oleh bekas majikanku ibuku.”
Kungkung : “Kasihan! Pasti sedih sekali hatimu pada waktu itu.”
Guguk : “Aku kelaparan. Setiap kali aku meminta di warung-warung, aku diusir. Bahkan, aku pernah disiram dengan air panas. Kulitku luka-luka.”
Kungkung : “Huh! Manusia memang kejam.”
Guguk : “Lalu pada suatu siang, sampailah aku ke suatu rumah. Perutku amat lapar. Aku langsung pergi ke dapur. Di sana ada Pak Mus. Beliau memberi makan dan minuman secukupnya. Sesudah itu aku dimandikan dan luka-lukaku diobati. Baik sekali hati pak Mus.”
Kungkung : (mencibir)“Huh! Aku benci manusia. Mereka jahat suka menganiaya kita kaum binatang.”
Guguk : “Tidak semua begitu, Kung.”
Kungkung : “Contoh nya anak-anak nakal itu. Aku tidak salah apa-apa kok mau disembelih, digoreng …. Malah aku dilempari dengan batu-batu besar. Coba, kalau tidak cepat-cepat menyusun semak-semak, hancur luluh badan ku dihantam batu.”
Guguk : “Mereka anak-anak nakal. Sifat mereka memang kurang baik. Tidak seperti Pak Mus.”
Kungkung : “Sama saja! Manusia jahat semua! Tadi sore aku melihat dua orang anak membawa ketapel. Mereka mengincar seekor burung …Sebutir batu melayang. Menghantam sayap burung itu. Ia jatuh dari pohon, menggelepar-gelepar kesakitab mencicit. Hiiih! Ngeri aku melihatnya . … alangkah kejamnya manusia.”
Guguk : “Anak-anak itu memang jahat! Tapi Pak Mus memelihara banyak burung di rumahnya. Beliau sayang sekali kepada mereka.”

Begitulah pertentangan antara kungkung dan guguk tentang manusia.
3F

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: