FABEL MENGAPA ANJING TAK BERTANDUK

Di suatu pagi yang masih diliputi kabut tampak segrombolan hewan yang baru turun dari perahu Nabi Nuh. Semua binatang bersuka cita, karena telah terhindar dari malapetaka banjir yang melanda negri mereka.

Anjing : “Untung yang kita ikuti perahu nabi nuh, coba kalau kita menolak pasti kita akan mati tenggelam.”
Kambing : “Iya, padahalkan aku paling takut dengan air.”

Pada saat itu anjing memiliki tanduk di kepalanya sedangkan kambing tidak memiliki tanduk dan ekornya masih panjang seperti ekor monyet.
Mereka berdua sangat akrab kemana anjing pergi. Si kambing selalu ada di dekatnya. Begitu pula sebaliknya.
Pada suatu hari mereka berdua sedang asyik duduk dibawah pohon rindang. Dan mereka pun sedang berbagi suka maupun duka.

Anjing : “Kita bagi dua ya pisangnya !”
Kambing : “Apelku juga dibelah dua juga sebelah untuk kamu sebelahnya lagi untukku.”

Setelah mereka selesai makan. Mereka berdua lang sung mendirikan sebuah pondok dan tempat tinggal mereka pun sangat berdekatan.

Kambing : “Hoaaaam……ngantuk, aku pulang dulu ya ! Oya tolong besok pagi aku dibangunkan, supaya bisa ikut lari pagi denganmu !”
Anjing : “Beres !!!! itu sih soal kecil.”

Pagi pun datang dan anjingpun membangunkan kambing.

Kambing : “Cihuuui….! Ah ….segarnya udara pagi ini, terima kasih ya kamu mau mengajakku lari pagi. Tadinya aku pikir kamu tidak akan membangunkan aku !”
Anjing : “Kalau sudah janji harus kita tepati !”

Keesokan harinya kambing mencari anjing tetapi kambing tidak menemukannya. Lalu kambing pergi mencari kepadang rumput.

Kambing : “Ada pa sih, kok ramai sekali ? coba aku lihat lebih dekat lagi !”

Lalu kambing pun mendekati kerumunan binatang-binatang itu.

Kambing : “Wah, rupanya sahabatku si anjing sedang dikagumi oleh hewan-hewan di hutan ini. Aku ingin juga sepert dia.”
Burung : “Tandukmu bagus sekali anjing.”
Jerapah : “Iya benar sekali apa katamu burung. Tanduk si anjing tiada duanya !”

Lalu si kambing pun meninggalkan kerumunan para binatang-binatang.
Keesokan paginya tampak pak monyet mampir kepondok sikambing mengantarkan surat undangan pesta ulang tahun.

Monyet : “Datang ya kepesta acaraku nanti malam ?”
Kambing : “Tentu aku pasti datang.”
Monyet : “Ngomong-ngomong kemana si anjing ?”
Kambing : “Si anjing sedang tidak enak badan.”
Monyet : “Kalau begitu sampai nanti malam ya !”
Kambing : “Hmm….. aku harus tampil gagah malam ini . tapi bagaimana ya caranya ? O…ya, kebetulan si aning kan sedang tidak enak badan, jadi aku bisa pnjam tanduknya.”

Dan si kambing pun menemui anjing yang sedang asyik membaca buku cerita.

Kambing : “Sahabatku, apa boleh aku meminjam tanduk kamu ?”
Anjing : “Memangnya untuk apa ?”
Kambing : “Untuk kenakan di acara pesta pak monyet. Tapi aku ingin tampil lebih gagah, di pesta itu !”
Anjing : “Boleh ! ini ambillah !”
Kambing : “Ooooh….tampan sekali aku !”
Anjing : “Tapi jangan lama-lama, ya ?”
Kambing : “Oke ! Aku pergi dulu, ya !”

Sepanjang perjalanan tak henti-hentinya si kambing mengagumi tanduk pinjamannya itu.

Kambing : “Oooh…tandukku bagus sekali…lalala.”

Lalu pada keesokan harinya…..

Anjing : “Lho, kok si kambing belum muncul, ya ?”ah, coba aku tunggu sampai besok.”

Dan hari berikutnya pun si kambing belum juga kelihatan.

Anjing : “Akhirnya habis juga kesabaranku.”

Akhirnya si anjing pun pergi ke rumah si kambing.

Anjing : “Wah, si kambing rupanya ingkar janji. Sudah seminggu ini tandukku belum di kembalikannya juga !”

Sampai pada suatu ketika, saat anjing sudah mulai lelah mencari si kambing.

Anjing : “Itukan si kambing, sedang apa dia ? coba aku intip ?”
Kambing : “Nih kalian lihat tandukku paling bagus sedunia.”
Burung : “Iya, kami percaya !…”

Tiba-tiba

Anjing : “Hai kemana saja kau kambing ? sudah seminggu aku mencarimu. Ayo kembalikan tandukku !”
Kambing : “Enak saja kamu meminta. Inikan tanduk kepunyaanku !”
Anjing : “Ayo kembalikan ! aku Cuma mau meminta tandukku.”

Karena merasa malu si kambing akhirnya melarikan diri.

Anjing : “Hei ! jangan lari !”

Sampai akhirnya……

Anjing : “Kena kau !!!”
Kambing : “Aduh….!!! Ekorku.”

Lalu si kambing pun terus berusaha mencoba melepaskan diri dengan sekuat tenaga.
Akhirnya karena ekornya telalu tegang, maka putuslah ekor si kambing, sehingga tinggal sedikit ekornya yang tersisa.

Anjing : “Rasakan kau kambing, ekormu jadi pendek sekarang.”

Lalu anjing pun pulang ke rumahnya dengan perasaan kesal dan pasrah. Akhirnya pada saat itu kambing memiliki tanduk tapi ekornya pendek. Dan anjing tak lagi bertanduk. Si anjing merenungkan nasibnya.

Anjing : “Aha tanpa tanduk pun aku masih cakep.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: