FABEL MERAK DAN INDUK AYAM

Pada suatu malam, ada seekor merak sedang menyiapkan makan malam. Tiba – tiba pintu rumahnya di ketuk. Merak segera membuka pintu. Dan muncul seekor keledai kecil.

Keledai kecil : “Brrr……..toloooong, saya kedinginan dan kelaparan. Saya sudah berjalan jauh sekali. Baru sekarang saya menemukan rumah untuk beristirahat. Bolehkah saya beristirahat sebentar disini ?”

Tubuhnya sangat kurus hingga tulangnya terlihat jelas. Merak mengajak keledai itu masuk. Lalu, ia mengajak si keledai makan malam. Namun makan malamnya tak cukup untuk berdua. Merakpun berbohong dengan mengatakan bahwa ia sudah makan. Merak melakukan itu karena iba pada keledai yang sudah seharian belum makan.

Keledai kecil : “Ah……….perutku kini sudah kenyang. Terima kasih, kawan. Sayang aku tak dapat membalas kebaikanmu.”
Merak : “Jangan berkata begitu. Aku gembira karena kau tidak lapar lagi.”

Tamu yang sudah kenyang itupun meneruskan perjalanannya. Merak kini merasa agak lapar. Karena tak ada makanan lagi, ia pun mencoba untuk tidur dibawah selimutnya yang hangat. Tok, tok, tok, !!! Merak pun terkejut. Siapa lagi diluar ? Merak segera membuka pintu. Ah, seekor burung pelikan yang gemetaran diluar, karena kedinginan.

Pelikan : “Maaf, teman. Bolehkah aku masuk badanku sangat menggigil. Brrr……. Aku ingin berada di tempat yang hangat.”

Wajahnya pun terlihat pucat.

Merak : “Oh, ayo cepat masuk. Diluar memang sangat dingin.”
Pelikan : “Aku juga lelah dan mengantuk.”
Merak : “kau boleh tidur dikeranjangku. Selimutku ini tidak begitu bagus, tetapi cukup untuk menyelimuti tubuhmu supaya hangat.”
Merak merapikan tempat tidurnya sebelum dipakai pelican.

Pelikan : “Terima kasih, kawan. Kamu baik sekali. Dengan apa harus kubalas kebaikanmu ?”
Merak : “Tak usah kamu pikirkan. Tidurlah agar tubuhmu segar kembali !”

Sementara merak tidur di sofa, burung pelican tidur diranjang dan bermimpi memakan ikan. Tanpa sadar burung pelican mematuk – matuk selimut merak hingga bolong – bolong. Keesokan harinya burung pelican pamit kepada merak. Setelah pelican pergi, merak merencanakan untuk mencari makan. Perutnya melilit, kepalanya mendadak pusing, dan tubuhnya dingin. Karena merasa tidak enak badan merak pun ingin berbaring sebentar. Sewaktu hendak berselimut, ternyata selimutnya sudah robek – robek.

Induk ayam : “Selamat pagi.”

Merak terlonjak. Siapa yang datang pagi – pagi begini ? merak menggapai tangkai pintu. Seekor induk ayam berdiri di depan pintu dengan wajah sedih.

Merak : “Kenapa wajahmu sedih, Bu ?”
“Duduklah, mungkin segelas air putih bisa menenangkan Ibu.”

Induk ayam masuk kerumah merak dan meneguk segelas air putih. Lalu, ia mulai bercerita. Dua manusia telah mengambil empat ekor anaknya. Sementara itu, ayah mereka dijual kepasar. Induk ayam merasa tak ada gunanya lagi hidup sendirian. Induk ayam menangis merak bingung dan kasihan. Apa yang harus dilakukannya untuk menghibur si induk ayam ? merak segera mengambil serulingnya. Lalu, ia melantunkan lagu – lagu gembira. Perlahan – lahan induk ayam terhibur. Merak semakin asyik melantunkan lagu – lagu dan melupakan dirinya yang sedang kelaparan. Tak berapa lama, merak jatuh pingsan. Waktu siuman, induk ayam sudah tak ada. Dengan tertatih – tatih merak bangkit. Ia berpegangan pada pinggir meja tampak sehelai kertas dan pulpen.
Merak : “Milik siapa ini ?”

Merak duduk dan mengambil pulpen. Pada saat itu ia merasa begitu lapar. Tanpa disadarinya, ia menggambar makanan dikertas ajaib ! Gambar itu tiba – tiba menjadi kenyataan. Merak tercengang. Tanpa ditunda lagi ia pun langsung memakannya segera. Setelah itu, merak menggambar selimut indah yang cukup tebal. Ajaib ! selimut itu pun benar – benar terhampar di atas meja.
Hari itu, merak tidur dalam kehangatan dan perut kenyang. Ia merasa amat beruntung memperoleh dua benda ajaib merak pun semakin sering menolong teman – teman yang membutuhkan pertolongannya. Merak berharap bisa bertemu dengan induk ayam. Ia ingin bertanya tentang pulpen dan kertas ajaib. Namun, ia tak pernah bertemu dengannya lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: