FABEL SEMUT

Di suatu hutan hiduplah seekor semut dan gajah. Dan gajah itu sedang asyik main air dan tiba-tiba datanglah segrombolan pemburu.
Gajah : “(kebingungan) ada apa ini. Ba pemburu lari. Lari.”
Gajah pun lari dengan sekuat tenaganya.
Pemburu : “Ayo tang kap dia.”
Gajah pun terus berlari tanpa henti, untungnya ada semut merah.
Semut : “He kanapa kau lari jah ?”
Gajah : “Ada pemburu.”
Semut : “Tenang aku akan Bantu kamu.”
Pemburu : “Jangan lari.”
Tiba-tiba semut pun merayap di daun-daun, kemudian ia pun melompat kemata pemburu.
Pemburu : “Aduh, sakit, sakit.”
Semut pun melompat dari si pemburu.
Gajah : “(kecapean) kenapa tu ?”
Semut : “He jah sudah kulumpuhkan dia.”
Gajah : “Terima kasih mut, kau adalah temanku yang paling baik.”
Keesokan harinya, gajah bermain-main di sekeliling hutan, rupanya ia melihat rumah semut.
Gajah : “Aku kerjain kau mut. Kututup rumahmu.”

Ternyata semut yang menolong gajah melihat perbuatan gajah yang pernah ditolongnya.
Semut : “(marah) brengsek, ternyata kau kejam.”
Semut pun mendekati sang gajah dan masuk ke dalam telinga gajah.
Gajah : “(kesakitan) aduh apa ini, aduh sakit.”
Semut : “Aku semut, yang pernah menolongmu.”
Gajah : “Ampun-ampun semut.”
Semut : “Tak ada ampun bagimu.”
Lama kemudian gajah pun terjatuh dan akhirnya mati.
Gajah : “(jatuh) ak.”
Semut keluar dari telinga gajah.
Semut : “Rasakan, kau gajah.”
Gajah pun mati dan bangkainya dimakan oleh rombongan semut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: