FABEL SIMBA MENCARI TOPI

Di hutan yang damai hiduplah seekor singa dan binatang lainnya, singa itu bernama simba. Pada suatu hari simba marah-marah dan mengomel-ngomel di tepi sungai karena surainya yang panjang dan lembut kusut !

Simba : “Aku benci kalau setiap hujan pasti suraiku selalu kusut ( katanya sambil berkaca ditepi sungai dan mengusap surinya yang kusut ).

Tiba-tiba muncul seekor gajah yang sedang mandi disungai, kemudian gajah itu bertanya.

Gajah : “Hai simba mengapa kau mengomel-ngomel ditepi sungai ?”
Simba : “Aku kesal, kau lihatkan suraiku yang keren ini jadi kusut karena air hujan.”
Gajah : “Jadi apa yang akan kau lakukan ?” ( Tanya gajah kepada kepada simba )
Simba : “Aku mau mencari sesuatu sejenis paying untuk melindungi kepalaku, apakah kau punya sesuatu untukku gajah ?”
Gajah : “Wah sorry dech simba aku tak punya alat seperti itu tapi jika kau mau membantuku menggarukkan punggungku, aku punya sesuatu untukmu, tapi tak terlalu bagus mungkin bisa kau pakai dikepalamu.” ( kata gajah menjelaskan ).
Simba : “Denga senang hati, baiklah akan kugarukkan punggungmu.”
Gajah : “Terima kasih ya simba ambillah keranjang ini untukmu, semoga saja berguna.”
Simba : “sama-sama aku juga berterima kasih sekali karena kau mau membantuku.”
Gajah : “Sudah seharusnya kita sesama hewan saling tolong-menolong.”

Simba pun kemudian pergi dengan senangnya sambil membawa keranjang pemberian gajah tadi, kemudian menelungkup keranjang itu diatas kepalanya, sehingga matanya tertutup dan dia terjatuh kedalam sungai, kini dia mengomel-ngomel lagi karena kakinya basah.

Simba : “Ya ampun ! Sekarang kakiku yang basah, aku benci kalau kakiku basah.”
Buaya : “Apa simba kau tidak suka kalau kakimu basah ya.”
Simba : “Eh! Ternyata ada kamu ya buaya, iya nich kakiku jadi basah dech.”
Buaya : “Kau kenapa simba apa yang kau lakukan dengan keranjang yang ada dikepalamu itu ( Tanya buaya ingin tahu )
Simba : “Aku sedang melindungi suraiku yang lebat, funky, keren ini agar tidak kusut apabila hujan, tapi sekarang malah kakiku yang basah ( katanya sambil menjelaskan )

Buaya : “Ooo….. jadi begitu masalahnya, lantas kau dapatkan darimana keranjang ini ?”
( Tanya buaya lagi ).
Simba : “Dari gajah yang kutemui disungai tadi, dia bilang ini mungkin bisa melindungi kepalaku.”
Buaya : “Sepertinya aku bisa membantumu, tunggu sebuentar ya.” ( buaya menyelam, tak beberapa lama buaya keluar denga membawa ssesuatu dimulutnya ).
Simba : “Apa ini buaya ( Tanya simba ingin tahu )
Buaya : “Ya, ampun ! memangnya kamu tidak tahu, tadi kan kau yang bilang kalu kau tak suka kalau kakimu basah jadi kuberikan sepatu ini untuk melindungi kakimu ( kata buaya agak sedikit kesal ).
Simba : “Oo… baiklah kalau begitu, terima kasih ya !”
Buaya : “Sama-sama sudah sana ayo pergi, hati-hati ya nanti kamu terpeleset lagi.”

Simba pun pergi dengan wajah ceria dan senang dia berjalan dengan gagahnya tapi, karena sepatunya kebesaran kali ini simba sial lagi dia terpeleset, tiba-tiba terdengarlah bunyi.

Simba : “gubrak……. Aduh hidungku sakit ya ampun kali ini hidungku yang sakit
( sambil memegangi hidungnya yang bengkak dan merah )
Tikus : “Hi, hi…..baru kali ini aku melihat seekor singa menari, lucu sekali .”

Simba menahan marah, malu, dan sakit bercampur jadi satu sehingga wajahnya memerah.

Simba : “Ah….. sialan kau tikus siapa yang menari, aku ini sedang terjatuh apakau tidak lihat.”
Tikus : “Ya sorry aku kan hanya bercanda, kenapa kau sampai terjatuh ?” ( Tanya tikus ).
Simba : “Aku terpeleset karena sepatu ini kebesaran.” ( sambil menjelaskan dari tujuannya mengelilingi hutan untuk melindungi surainya yang katanya funky n’ keren sampai dia bertemu dengan gajah yang baik hati yang bersedia menukar keranjang dengan sepatu miliknya ).
Tikus : “ohya aku bisa membantumu, tapi maukah kamu menukarkan sepatumu itu dengan kain ini ?” ( tanyannya sambil menunjuk kain panjang dan tebal kepada simba ).
Simba : “Apa kain ini, untuk apa kain ini ?” ( tanyanya )
Tikus : “Untuk membalut hidungmu yang luka, biasanya kain ini digunakan untuk menghangatkan sarangku, tapi bila kau mau menukarnya dengan sepatumu, aku akan berterima kasih sekali.” ( sambil menunjuk kearah sepatu simba ).
Simba : “Untuk apa sepatuku ini ( tanyanya lagi ).
Tikus : “Ya tentu untuk menghangatkannya sarangku dong gimana sih kamu ini udah tulalit, telmi lagi ( agak sedikit kesal, karena si simba nanya terus ).
Simba : “Ya sorry deh janga marah, aku kan Cuma nanyaini sepatuku ambillah.”
Tikus : “Terima kasih ya, ini gunakan untuk membalut hidungmu.”
Simba : “kalau begitu aku pergi dulu ya, sampai jumpa.”
Tikus : “Hati-hati ya jangan telmi lagi.”

Tiba-tiba seekor kelinci melintas di depan simba dan menggoyangkan ekornya seolah-olah dia mengejek simba, kemudian simba berkata.

Simba : “wah kalau begini terus aku tidak bisa mencium bau mangsaku, kalau begitu aku akan mati kelaparan ini tak bisa dibiarkan ( smbil melepaskan pembalit yang ada dihidungnya

Tiba-tiba matanya tersorot pada sebuah mangkuk agar-agar kecil yang ada dibawah pohon sepertinya ada yang sedang mendinginkan agar-agar disini, (pikirnya). Dia menjilati agar-agar itu karena mulutnya kebesaran jadi tak bisa masuk, dia mencoba mencungkilnya dengan kukunya tapi agar-agar itu tergelincir dari kukunya lalu dia menggunakan ekornya, kemudian dia berputar dan menjilati ekornya, karena kelelaha akhirnya dia tertidur sambil memeluk mangkuk itu, tiba-tiba dating seekor monyet yang memakai topi ia ingin sekali mengambil agar-agar itu dengan jalan berjingkrak-jingkrak dia mencoba mengambilnya tapi topi pandannya mengenai hidung simba, sehingga simba terbangun dan mengamuk, monyet yangmelihatnya ketakutan dan lari keatas pohon, tapi topi pandannya jatuh. Simba yang melihat topi itu merasa senang lalu dia mengambil topi itu kemudian simba pergi, simba berfikir kalau aku pakai topi ini bila huja suraiku tidak akan kusut lagi, simba bergegas pulang karena hari sudah mulai endung da rintik-rintik hujan sudah mulai turun sedikit demi sedikit, simba merasa bahagia arena dia tidak perlu takut lagi kalau surainya kusut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: