FABEL SUNGAI KAWAT EMAS

Ada sebuah desa yang cukup tentram di daerah Singkawang. Berdiamlah seorang nelayan yang hidupnya hanya sebatang kara dan dia pun belum menikah. Dia bekerja sebagai Bantu-bantu orang disekitar. Dan biasanya waktu luangnya dihabiskan untuk memancing. Setiap hari Sabtu dan Minggu dia selalu memancing dari pagi sampai petang, entah kenapa hari itu terasa sangat sial hidupnya, selama satu hari dia belum mendapatkan satupun ikan biasanya dia tak akan pernah seperti ini. Karena dia cukup handal dengan situasi sebelum memancing.
Diapun akhirnya kesal langsung mengalihkan sampan ke tengah sungai. Disitupun dia tidak mendapatkan ikan padahal hari sudah mulai gelap akhirnya si nelayan pun kecewa karena pulang dengan tangan hampa. Saat tali pancing akan ditarik tali pancing itu terasa berat, seperti ada yang menarik si nelayan berpikiran bahwa ia mendapatkan ikan yang besar. Tetapi saat ingin ditarik ke atas hanya seuntai kawat yang begitu mengkilau. Si nelayanpun tertarik dengan apa yang didapatkannya. Setelah diteliti lebih lanjut oleh si nelayan rupanya ini merupakan kawat emas.
Si nelayan pun tanpa pikir panjang langsung melemparkan kembali pancingannya ke dalam sungai tak berapa lama kawat emas yang diambil oleh si nelayan semakin menumpuk di atas motor. Karena begitu nafsunya sampai-sampai perahu si nelayan hampir tenggelam. Karena dia tahan memancing sampai pagi perahu si nelayan tak dapat menahan lagi berat kawat emas tersebut sebab kawat emas itu penuh menutupi perahu seluruhnya.
Tidak lama perahu nelayan tersebut tengggelam bersama perahunya. Para warga desa tidak menemukan perahunya atau si nelayan. Mungkin para warga desa heran dan tak akan pernah mengambil kawat emas tersebut seenaknya untuk diri sendiri. Mereka takut akan kejadian yang menimpa nelayan dan menganggap bahwa di sungai tersebut ada penunggunya. Lama-kelamaan warga desa memberikan nama sungai ini adalah Sungai Kawat Emas. Karena di sungai tersebut banyak ditemukan kawat emas dan sebagai mata pencaharian warga desa sekitar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: