PANTOMIM

Di bawah ini adalah ringkasan cerita pantomim yang digelar di GOR Pangsuma Pontianak beberapa tahun yang lalu. Pada suatu hari yang cerah disebuah halte bus, datanglah seseorang yang menunggu bus. Ketika ia hendak menunggu datangnya bus, ia melihat disekeliling halte itu sangat kotor. Lalu ia pun membersihkan halte tersebut dan duduk di kursi sambil menunggu bus. Sesaat kemudian tiba-tiba saja lukisan yang ada tepat di belakang kursi itu jatuh. Ia pun merasa kaget, lalu ia berdiri dan menaruh lukisan tersebut ke tempat semula. Dan kejadian itu berulang-ulang sehingga ia merasa bosan. Kemudian ia melihat sebuah tong sampah di samping halte tersebut, lalu dia menemukan sepotong kayu di tong sampah tersebut dan menggunakan kayu tersebut untuk memaku lukisan itu agar tidak jatuh lagi. Setelah itu datang seseorang yang tampaknya juga menunggu sebuah bus yang datang. Tampak dari kejauhan terdengar suara klakson bus. Mereka berdua pun segera menghentikan bus tersebut, tetapi bus itu melaju saja tanpa menghiraukan lambaian tangan mereka. Setelah menunggu beberapa lama, bus yang ditunggu pun juga tak kunjung datang. Lalu muncullah seorang pemuda dengan membawa sebuah pancingan. Pemuda itu memancing dengan sangat gembira. Dan tiba-tiba ada sebuah bus yang berhenti di halte tersebut, tanpa ragu-ragu pemuda itu pun naik ke bus tersebut dengan membawa pancingannya. Setelah bus itu berjalan, ternyata bus itu mundur lagi dan menurunkan pemuda tersebut. Dan mereka pun sangat kesal, karena sudah menunggu berjam-jam tapi tidak ada satu bus pun yang berhenti. Setelah menunggu dengan sangat lama, salah seorang dari mereka berinisiatif untuk menelpon sahabat atau keluarganya. Dan mereka semua pun bergantian untuk menggunakan telepon umum yang ada di halte tersebut. Setelah semuanya mendapat giliran untuk menelpon, tiba-tiba saja ada sebuah mobil mainan yang menghampiri mereka semua. Mereka pun kaget, tak lama kemudian muncul seorang anak yang membawa peralatan bermain mobil-mobilannya itu. Anak itu sangat nakal, setelah ia merasa bosan dengan permainan mobil-mobilannya itu, dia pun mengambil sebuah robot manusia, yang digerakkannya hanya dengan sebuah remot control. Dia pun terlihat gembira bermain dengan robotnya tersebut. Setelah puas bermain dengan robotnya itu, dia pun duduk di kursi dan juga menunggu bus. Sesaat kemudian sebuah bus pun berhenti di halte dan anak itu pun menaiki bus tersebut dengan sangat gembira. Anak itu tidak memperdulikan robot manusianya itu dan bus itu langsung pergi. Robot yang ada di halte tersebut tiba-tiba hidup dan ia merasa sangat sedih karena ia ditinggal oleh pemiliknya, sehingga mereka yang ada di halte itu pun juga turut sedih dan robot itu pun pergi begitu saja entah kemana. Setelah kejadian itu, salah seorang dari mereka yang menunggu bus tersebut pergi ke WC umum yang ada di sebelah kiri halte itu. Melihat diantara mereka ada yang pergi ke WC umum itu, yang lainnya pun juga ikut bergantian pergi ke WC umum tersebut. Dan setelah semuanya sudah bergiliran masuk ke WC umum, mereka menunggu bus lagi. Sesaat kemudian tiba-tiba saja bertiup angin yang kencang dan menerpa mereka semua yang disertai adanya kilat dan halilintar yang kuat, lalu turunlah hujan yang sangat deras. Mereka pun dengan segera mengambil payung bekas yang ada di tong sampah dekat halte tersebut. Hujan pun turun semakin deras, dan tak terasa waktu pun sudah semakin sore, tetapi salah satu dari mereka tidak ada yang dapat menaiki bus. Tetapi walaupun hujan yang turun deras, mereka semua tetap sabar menunggu sampai datang bus yang mau mengangkut mereka sebagai penumpang dan mengantarkan mereka ke tempat tujuannya masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: